Darwin Initiative Sumatera Barat

Just another WordPress.com site

Peningkatan Kapasitas Masyarakat Nagari Guguak Malalo dan Nagari Pakan Rabaa Timur melalui Pelatihan Pembibitan dan Peremajaan Cacao

leave a comment »

Latar Belakang

Nagari Guguak Malalo dan Nagari Pakan Rabaa timur adalah Nagari yang kaya akan potensi sumberdaya alam, yaitu, lahan dan hutan serta danau di Nagari Guguk Malalo. Perekonomian masyarakat di Nagari Guguk Malalo selama ini tergantung pada danau, pertanian dan ladang. Sayangnya, belakangan ini danau kurang memberikan hasil yang mengakibatkan merosotnya perekonomian masyarakat. Masyarakat kembali mencoba untuk mengolah lahan yang selama ini terlantar. Sedangkan Nagari Pakan Rabaa Timur di Kabupaten Solok Selatan merupakan Nagari yang kaya akan hutan dan hasil hutan. Luas Nagari Pakan Rabaa Timur 70% nya adalah hutan yang mayoritas warganya menggantungkan perekonomiannya ke pertanian, dan ladang.

 Darwin Initiative telah melaksanakan program “Mengintegrasikan Agama ke dalam Konservasi:Agama Islam dan Pengelolaan Hutan Sumatera” sejak Januari 2010 di Nagari Guguk Malalo dan Nagari Pakan Rabaa Timur. Beberapa rangkaian kegiatan telah dilakukan oleh Darwin Initiative bersama-sama dengan partner lokal seperti perkumpulan Qbar, Universitas Andalas, Fauna and Flora International Indonesia program, Conservation Internasional, British Council dan IFEES, seperti pelatihan keanekaragaman hayati, pelatihan untuk guru dan ulama mengenai konservasi hutan sumatera dan Islam. Seluruh kegiatan ini untuk mendukung pelestarian alam dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahannya secara arif. Dalam usaha peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat mengenai pembibitan Darwin Initiative telah melaksanakan sekolah lapang yang dimulai sejak Januari 2010.

 Untuk melengkapi pengetahuan masyarakat untuk menjalankan sekolah lapang Darwin Initiative, masyarakat akan ditambah pengetahuannya mengenai tekhnik pembibitan, dan perawatan Cacao dan pemupukan organik. Pengetahuan mengenai pembibitan akan berguna bagi masyarakat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan seputar pengelolaan lahan dan hutan serta sosial ekonomi masyarakat Nagari. Pelatihan akan difokuskan kepada pelatihan pembibitan dan perawatan Cacao karena selain tumbuhan cacao bagus untuk penghijauan, harga Cacao yang bagus dan relatif stabil diharapkan dapat menjadi alternatif pendapatan bagi Nagari Guguak Malalo dan Pakan Rabaa Timur.

 Berdasarkan program kerja Darwin Initiative untuk membentuk sekolah lapangan dan kebun pembibitan, yang juga sejalan dengan Rencana Pembanunan Jangka Menengah (RPJM) Nagari mengenai pengelolaan lahan terlantar (Ihya Al Mawat), maka Darwin initiative bersama dengan perkumpulan Qbar, Fauna and Flora Internasional Indonesia Program, Universitas Andalas dan BKSDA akan melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan-pelatihan.

Adapun yang menjadi tujuan dari pelatihan ini adalah:

  1. Meningkatkan kapasitas masyarakat di bidang Konservasi dan pengelolaan Sumber Daya Alam yang ramah lingkungan melalui prinsip-prinsip dasar konservasi yang berazaskan Islam.
  2. Meningkatan Kesejahteraan Masyarakat yang sejalan dengan Prinsip-prinsip Pengelolaan Hutan Yang Lestari

Ruang lingkup kegiatan ini meliputi:

1. Training pengelolaan pembibitan unggul

Dalam kegiatan ini, masyarakat diajarkan bagaimana cara membuat dan mengelola pembibitan unggul. Kegiatan ini sudah mulai dilaksanakan sejak dibangunnya pembibitan di masing-masing Nagari. Melalui kegiatan ini masyarakat telah berhasil membuat dan mengelola pembibitan unggul berbasis masyarakat di Nagari Pakan Rabaa Timur dan Nagari Guguak Malalo.

2. Training perbanyakan tanaman secara vegetatif (Okulasi, Stek, Okupasi) dan Perbanyakan secara generatif melalui biji.

Dalam kegiatan ini masyarakat diajarkan cara memperbanyak tanaman dengan dua cara yaitu:

  1. Generative yaitu memperbanyak tanaman dengan biji. Masyarakat dijarkan cara memilih buah memiliki kualitas unggul untuk disemai.
  2. Vegetative yaitu memperbanyak tanaman dengan cara okulasi, stek serta sambung pucuk.  Batang bawah dipilh dari tanaman yang berasal dari biji agar perakarannya kuat, sedangkan batang atas/mata tunas dipilih dari tanaman yang sudah terbukti produktif dan memiliki sifat-sifat unggul seperti: buahnya banyak, tahan hama penyakit, cita-rasa yang baik serta ukurannya yang besar.

3. Training pengolahan pupuk organik (Kompos, Bokhasi dan Pupuk Perangsang Cair).

Dalam kegiatan ini masyarakat dilatih untuk membuat pupuk organik yang bahan bahannya berasal lingkungan sekitar masyarakat yang diolah menjadi:

  1. MOL yaitu Mikro Organisme Lokal, merupakan bio starter atau bahan organik yang dipergunakan untuk mempercepat proses pembusukan bahan-bahan organic menjadi nutrisi bagi tanaman.
  2. Kompos, yaitu pupuk ang berasal bahan-bahan organic yang cenderung berserat dan kasar sehingga masa siap pakainya adalah satu bulan setelah pembuatan.
  3. Bokhasi, yaitu pupuk yang berasal dari bahan-bahan organic yang relative halus sehingga masa siap pakainya bias seminggu setelah pembuatan.
  4. Pupuk Perangsang Cair, merupakan pupuk yang berasal dari saripati bahan-bahan organik yang yang dikemas dalam bentuk cair.

4. Training pembuatan pestisida alami.

Pestisida alami merupakan  bahan organik yang berfungsi untuk pengendalian hama. Pestisida ini dibuat dari bahan-bahan organik/daun-daun yang memiliki sifat tajam, pahit/getir serta tidak disukai oleh serangga. Berbeda dengan pestisida kimia yang bersifat racun, fungsinya bukan untuk pengendalian hama tatapi cenderung untuk membasmi hama.

 Dalam kegiatan ini masyarakat diajarkan untuk memilih bahan-bahan organik yang memiliki sifat-sifat tersebut diatas yang dapat dipergunakan untuk membuat pestisida alami.

 5. Training peremajaan dan perawatan tanaman serta pemanenan dan pengolahan hasil panen

Kegiatan ini merupakan bagian untuk meningkatkan produktifitas tanaman. Masyarakat diajarkan cara untuk meningkatkan hasil panen melalui kegiatan:

  1. Pemangkasan, yaitu upaya untuk menjaga keseimbangan suplai uansur hara kepada batang daun dan buah. Cabang dan ranting yang tidak produktif akan dipotong agar produksi buah lebih tinggi.
  2. Sanitasi, merupakan kegiatan untuk menjaga kesehatan pertumbuhan tanaman. Kegiatan ini meliputi pembersihan lokasi, pendangiran, penyiraman, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.
  3. Pemanenan, merupakan pemetikan hasil-hasil tanaman yang harus dilakukan pada masa yang tepat dan dengan cara yang tepat.
  4. Pengolahan hasil panen, merupakan kegiatan untuk menjaga kualitas hasil panen agar tetap baik dan layak untuk dipasarkan melalui proses permentasi, penjemuran, packing dan pemasaran.

Setelah pelatihan, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai materi pelatihan. Hal ini sangat diharapkan agar masyarakat nantinya dapat memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang telah diperolehnya untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya dengan tetap mejaga kelestarian alam disekitarnya. Agar masyarakat dapat tetap mengingat materi yang telah diberikan, Darwin Initiative project Sumatera Barat membuat modul yang dapat diakses oleh masyarakat.

Written by Darwin Initiative West Sumatra

May 20, 2011 at 3:52 am

Posted in Uncategorized

Lokalatih Lingkungan Hidup untuk Ulama dan Tokoh Adat “Penerapan Nilai-Nilai Ajaran Islam dan Konservasi SDA dalam Menyelamatkan Hutan Sumatera Barat”

leave a comment »

Jasa Ekosistem (JE) merupakan hal mendasar bagi kemakmuran manusia dan makhluk hidup lainnya di dunia. Bagaimanapun juga, Penilaian Ekosistem Milenium menetapkan bahwa hampir dua pertiga JE dunia terancam, dimana jasa yang berkaitan dengan DAS menjadi prioritas level nasional yang penting.Indonesiamemiliki 10% hutan hujan tropis yang tersisa di bumi, selain itu hutan juga menyediakan JE vital bagi masyarakat internasional dan nasional dalam bentuk penyerapan karbon dan mitigasi perubahan iklim dan untuk masyarakat desa dalam bentuk pengelolaan DAS. Tingginya laju deforestasi di Indonesia, khususnya di Sumatra, menhendaki perlunya kesadaran untuk mempromosikan dan menfasilitasi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan untuk menjamin manfaat yang terus berlangsung akan jasa ekosistem. Dengan demikian, pendekatan yang inovatif untuk konservasi berbasis masyarakat sangatlah diperlukan.

 Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim yang terbesar di dunia (88% dari 245,500,000 populasinya memeluk agama Islam). Agama memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan sehari-hari dan dalam islam, ada beberapa prinsip utama (Tauhid, Khalifah, Mizan and Fitrah) yang terdapat dalam Al-Qur’an yang mendukung konservasi alam dan menguraikan peran manusia dalam konservasi sumber daya alam. Untuk itu, potensi pemakaian pengajaran berbasis agama dan adat pada lingkungan agar menjadi sangat efektif dalam merubah tingkah laku untuk menjaga sumberdaya alam, khususnya ketika berkaitan dengan berbagai manfaat yang disediakan JE untuk kesejahteraan manusia.

 Dengan kesadaran bahwa ajaran agama menjadi pemandu yang sangat penting dalam perilaku manusia, termasuk dalam pemeliharaan alam dan JE, maka perlu kiranya disediakan suatu medium yang dapat memberikan pencerahan dan pembuka wawasan bagi ulama dan pemangku adat untuk memahami bagaimana Islam mengajarkan etika konservasi. Pelatihan yang akan dilaksanakan selama  dua hari tentang  “Penerapan Nilai-Nilai Ajaran Islam dan Konservasi SDA dalam Menyelamatkan Hutan Sumatera Barat” adalah satu bagian yang direncanakan untuk maksud tersebut.

 Sumatera Barat merupakan daerah yang kaya akan nilai-nilai adat dan Islam dalam menjaga lingkungannya yang sesuai dengan falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Kitabullah”.  Adat merupakan tradisi yang telah ada dalam masyarakat Minangkabau, dan Syara’ artinya syariat, yaitu ajaran Islam yang sangat sakral dan dijalankan oleh Muslim dalam praktik sehari hari, sedangkan Kitabullah, adalah Al Qur-an, yang akan menjadi rujukan dan petunjuk kehidupan sesuai dengan surat Al Baqarah (2): 2.  Oleh karena itu, lokalatih yang akan dibicarakan dalam pertemuan ini diharapkan bisa diterapkan di Sumatera Barat dan akan diterima oleh semua pihak. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada semua ulama di nagari tentang pentingnya nilai-nilai Islam dalam pelestarian lingkungan hidup. pdf

Written by Darwin Initiative West Sumatra

April 27, 2011 at 8:11 am

Posted in Uncategorized

Penggalian Potensi Nagari Secara Partisipatif di Nagari Guguk Malalo dan Pakan Rabaa Timur

leave a comment »

Program pembangunan di nagari sudah berlangsung lama. Tetapi, program- program pembangunan yang dijalankan selama ini banyak memperoleh kritik. Kritik tersebut didasari suatu kenyataan di lapangan, bahwa proses pembangunan tidak mampu memberikan perubahan bagi masyarakatnya. Proyek-proyek pembangunan banyak yang bersifat mubazir, tidak berkelanjutan, dan justru memperparah situasi di Nagari. Lemahnya penggalian potensi yang ada di nagari memperparah situasi tersebut.

Di Nagari Guguak Malalo Kabupaten Tanah Datar misalnya, banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tetapi tidak memberikan perubahan yang berarti bagi masyarakatnya. Padahal banyak potensi-potensi yang bisa dikembangkan di nagari ini yang bisa memberikan kontribusi kepada masyarakatnya. Potensi yang ada di nagari ini yang bisa dikembangkan adalah dari danau dan hutan, dimana masyarakatnya sangat bergantung mata pencahariannya kepada hutan dan danau. Sayangnya, dengan potensi yang ada tidak juga memperbaiki kehidupan yang lebih baik. Salah satu penyebabnya adalah pemahaman masyarakat terhadap penggalian-penggalian potensi yang ada kemudian bagaimana mengelola potensi yang ada dinagari tersebut.

Untuk itu perlu melakukan pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial melalui pengembangan masyarakat dengan menggunakan pendekatan pembelajaran melalui metode PRA. Yang dimaksud pemberdayaan (empowerment) adalah menguatkan masyarakat, dengan cara memberikan dorongan kepada masyarakat agar menggali potensi dirinya dan berani bertindak memperbaiki kualitas hidupnya. Caranya melalui pembelajaran yang terus menerus selama kita mengembangkan program.

Untuk itu Qbar bekerjasama dengan Darwin Initiative melakukan kajian melalui PRA ini dimana nantinya diharapkan masyarakat bisa menggali potensi-potensi yang ada di nagarinya. Dengan tergalinya potensi-potensi yang ada di nagari bisa menjadi dokumen untuk nagari dalam mengelola dan memanfaatkan potensi tersebut untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ruang lingkup yang digunakan pada studi pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial melalui pengembangan masyarakat dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang dikenal dengan metode PRA di Nagari Guguak Malalo dan Nagari Pakan Rabaa Timur. Berupa pengkajian secara mendalam tentang berbagai aspek-aspek kehidupan sosial budaya dan lingkungan dimana lokasi tersebut berada.

Ruang Lingkup kajian PRA meliputi :

  1. Aspek Sosial-Budaya, antara lain (1) Pranata Ekonomi / Mata Pencaharian,(2) Pranata Politik dan kelembagaan, (3) Pranata Kepemilikan dan Sistem pengetahuan wilayah, (4) Pranata Agama, religi / sistem kepercayaan,(5) Pranata keseahatan / pengobatan, (6) Pranat Pendidikan dan Pengetahuan teknologi, (7) Pranata Sosial dan Hubungan Kekerabatan.
  2. Aspek lingkungan : Antara lain aspek potensi flora, fauna, kesuburan tanah / lahan usaha, ketersediaan lahan pemukiman dan pengemangannya, tingkat kerawanan bencana, pengaruh iklim dan cuaca, dan lain-lain.

Dari hasil PRA ditemukan Nagari Guguk Malalo dan Nagari Pakan Rabaa Timur mempunyai karateristik yang sangat berbeda. Nagari Guguk Malalo lebih jauh berkembang bila dibandingkan dengan nagari Pakan Rabaa Timur. Ini bisa dilihat dari fasilitas sarana dan prasarana serta pelayanan pemerintahan yang ada di nagari. Nagari Pakan Rabaa Timur merupakan nagari yang baru pemekaran, ini merupakan salah satu faktor penyebab ketertinggalan Nagari Pakan Rabaa Timur dari nagari-nagari lainnya. Namun di kedua nagari masih memiliki persamaan dalam menghadapi permasalahan-permasalahan seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, sarana dan prasarana, serta kesejahteraan yang tidak memadai.

Written by Darwin Initiative West Sumatra

April 27, 2011 at 6:42 am

Posted in Uncategorized

Pelatihan Survey Keanekaragaman Hayati untuk Masyarakat Nagari Guguk Malalo dan Nagari Pakan Rabaa Timur

leave a comment »

Keanekaragaman hayati mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan dan keberlangsungan suatu ekosistem. Namun, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan diikuti oleh peningkatan kebutuhan masyarakat akan lahan untuk pertanian dan perkebunan mengancam kelestarian keanekargaman hayati di suatu ekosistem.
 
 Indonesia yang dikenal sebagai negara megabiodiversity memiliki sumber hayati yang sangat melimpah tapi juga sangat rentan dan terancam akan kepunahan. Di beberapa tempat telah terjadi kepunahan lokal terhadap jenis-jenis tertentu, sebut saja Badak Sumatera di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sejak tahun 2005 telah tidak ditemukan lagi diakibatkan tingginya tingkat perburuan dan perusakan habitat satwa ini (FFI, 2007). Hal ini sungguh memperihatinkan kita semua karena dari kepunahan lokal ini nantinya juga akan diikuti kepunahan ditempat-tempat lain sehingga menjadi kepunahan massal.
 
Dalam rangka untuk kita mengetahui bagaimana kondisi dan keanekargaman hayati yang ada di suatu daerah maka perlu dilakukan survei keanekargaman hayati, hal ini diperlukan untuk menajemen pengelolaan suatu kawasan sehingga dapat terjadi keseimbangan antara melestarikan keanekargaman hayati dengan berbagai kebutuhan lainnya. 
  
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka masyarakat nagari sebagai pengelola hutan nagari wajib mengetahui keanekaragaman hayati yang ada diwilayah mereka agar nantinya masyarakat nagari dapat membuat keputusan yang bijaksana dalam melakukan pengelolaan kawasannya.
 
Darwin Initiative, Universitas Andalas dan Fauna & Flora International Indonesia Program mengadakan pelatihan survei keanekaragaman hayati untuk masyarakat nagari Guguk Malalo, Kabupaten Tanah Datar, dan Nagari Pakan Rabaa Timur, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat pada tanggal 28-30 Oktober 2010 di Guguak Malalo dan 12 – 13 November 2010 di Pakan Rabaa Timur. Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat dapat melakukan penilaian tentang keanekaragaman hayati di wilayah Nagari mereka sehingga masyarakat dapat membuat suatu menajemen pengelolaan wilayah yang lestari dan seimbang. 
 
Pelatihan ini telah mengasilkan Panduan Lapangan Survey Keanekaragaman Hayati yang berguna bagi  semua kalangan terutama masyarakat Nagari. 

 

Written by Darwin Initiative West Sumatra

April 27, 2011 at 5:51 am

Posted in Uncategorized

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.